Pendapat Imam Ahmad Perihal Iman

1.) Imam Abu Ya’la meriwayatkan dari Imam Ahmad, bahwa dia berkata: “Di antara yang paling mulia dari masalah-masalah kepercayaan yakni cinta alasannya Allah dan murka alasannya Allah.”

2.) Imam Ibnu al-Jauzi meriwayatkan dari Imam Ahmad, bahwa dia berkata: “Iman itu bertambah dan berkurang, menyerupai diterangkan dalam hadits :

“Orang mukmin yang paling tepat imannya yakni orang mukmin yang paling cantik akhlaknya.”

3.) Imam al-Khallal meriwayatkan dari Sulaiman bin Asy’ats, katanya, bahwa Imam Ahmad: “Shalat, zakat, haji dan berbuat kebajikan adalalah sebagian dari iman. Sedangkan menjalankan maksiat sanggup mengurangi iman.”



4.) Abdullah, putera Imam Ahmad, mengatakan, aku pernah bertanya pada ayah aku wacana “Seseorang yang beropini bahwa kepercayaan itu yakni ucapan dan pengamalan, bertambah dan berkurang tanpa menyebut insya Allah, apakah ia seorang Murji’ah?” Beliau menjawab: “Saya berharap mudah-mudahan orang tersebut bukan penganut paham Murji’ah.” Abdullah berkata lagi, aku mendengar ayah berkata: “Dalil yang melawan pendapat orang yang tidak menyebutkan insya Allah dalam menyatakan kepercayaan yakni sabda Nabi saw. kepada penghuni kubur: “Kami insya Allah menyusul kamu.”

5.) Abdullah juga menuturkan, aku mendengar ayah saya, saat ditanya wacana paham Murji’ah, dia menjawab: “Kami menyampaikan bahwa kepercayaan itu yakni perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang. Apabila seseorang melaksanakan zina atau minum khamar, maka imannya berkurang.”


Wallahu A’lam


Sumber: Kitab I’tiqadul A’immatil Arba’ah karya Syaikh Abdurrahman al-Khumais

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment