Pendapat Imam Ahmad Wacana Ilmu Kalam

1.) Imam Ibnu Baththah meriwayatkan dari Abu Bakar al-Marwazi, katanya, aku mendengar Imam Ahmad menyatakan: “Siapa yang mengkaji Ilmu Kalam, ia tidak akan beruntung, dan ia tidak akan terlepas dari mengikuti kelompok Jahmiyah.”

2.) Dalam kitab “Jami’ Bayan al-‘Ilm wa al-Fadhlih”, Imam Ibnu Abdil Bar meriwayatkan dari Imam Ahmad, bahwa ia berkata, “Tidak akan beruntung selamanya, orang yang mengkaji Ilmu Kalam, dan Anda hampir tidak akan melihat orang yang mempelajari Ilmu Kalam itu kecuali di dalam hatinya ada ketidakberesan.”

3.) Imam al-Harawi meriwayatkan dari Abdullah, putera Imam Ahmad, katanya, “Ayah aku pernah menulis surat kepada Ubaidillah bin Yahya bin Khaqan. Dalam surat itu ayah aku berkata: ‘Kamu itu bukan termasuk mahir Kalam. Kalam yang benar yakni Kitabullah atau Hadits Rasulullah saw. Berbicara di luar itu tidak terpuji’.”

4.) Imam Ibnu al-Jauzi meriwayatkan dari Musa bin Abdillah al-Turtusi, katanya, aku mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Jangan kau duduk bersama mahir Kalam, meskipun dia itu kelihatannya membela sunnah Nabi saw.”



5.) Imam Ibnu Baththah meriwayatkan dari Abu al-Harits ash-Shayigh, katanya, “Orang yang menyayangi Ilmu Kalam, maka gotong royong hal itu tidak keluar dari hatinya. Dan Anda tidak akan melihat orang yang mempelajari Ilmu Kalam itu beruntung.”

6.) Imam Ibnu Baththah menuturkan dari Ubaidillah bin Hanbal, katanya, aku mendengar Imam Ahmad berkata: “Berpeganglah kau dengan sunnah Nabi saw., Allah akan memperlihatkan manfaat kepadamu. Dan hindarilah perdebatan dalam problem agama, alasannya yakni orang yang menyukai Ilmu Kalam tidak akan beruntung. Orang yang menciptakan perdebatan dalam Kalam, ujung-ujungnya yakni menciptakan bid’ah, alasannya yakni Ilmu Kalam tidak membawa kepada kebaikan. Saya tidak menyukai Ilmu Kalam, apalagi ikut perdebatan. Kamu harus berpegang teguh kepada sunnah Nabi saw., pendapat-pendapat para sahabat, Fiqih yang sanggup kau manfaatkan. Tinggalkanlah perdebatan dan pendapat orang-orang yang hatinya bengkok. Orang-orang yang aku temui, ternyata mereka tidak pernah mengenali para mahir Kalam, mereka juga menjauhi para mahir Kalam. Kalam itu pada balasannya tidak baik. Semoga Allah menjaga kita semuanya dari fitnah (ujian hati), dan menyelamatkan kita dari kehancuran.”

7.) Dalam kitab “al-Ibanah”, Ibnu Baththah meriwayatkan dari Imam Ahmad, bahwa ia berkata: “Waspadalah terhadap orang yang menyukai Ilmu Kalam.”

Inilah rangkuman pendapat Imam Ahmad bin Hanbal perihal masalah-masalah Ushuluddin dan perilaku ia terhadap Ilmu Kalam.


Wallahu A’lam


Sumber: Kitab I’tiqadul A’immatil Arba’ah karya Syaikh Abdurrahman al-Khumais

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment